Implementasi Nawacita Dalam Kebijakan Luar Negeri dan Penguatan Poros Maritim Dunia

0
49

TANJUNGPINANG [UMRAH] – Program Studi Ilmu Hubungan Internasional kembali mengadakan Kuliah Umum dengan mengangkat tema “Implementasi Nawacita Dalam Kebijakan Luar Negeri dan Penguatan Poros Maritim Dunia”  Selasa,(20/3/2018) bertempat di Auditorium Kampus UMRAH, Dompak

Kuliah Umum ini menghadirkan Bapak Dr. Thanon Aria Dewangga, S.IP.,M.Si. selaku Staf Ahli Bidang Hukum dan Hubungan Internasional Sekretaris Kabinet Republik Indonesia sebagai narasumber

Dalam kata sambutannya, Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Bapak Sayed Fauzan Riyadi, S.Sos, IMAS, mengatakan bahwa Kuliah Umum dengan tema Nawacita Presiden ini yang ingin mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia merupakan hal yang relevan dengan visi UMRAH.

Karenanya Mahasiswa UMRAH harus memahami dan menjadi bagian dari kebijakan ini.Acara Ini kemudian dibuka dengan kata sambutan dari Wakil Rektor I Prof.Dr.rer.nat Rayandra Asyhar, M.Si.

Dalam ksambutannya Prof. Rayandra mengatakan bahwa tema yang diangkat mengenai Implementasi Nawacita Presiden Jokowi merupakan tema yang faktual karena mengingat UMRAH merupakan Universitas Maritim satu-satunya di Indonesia, diharapkan Kuliah Umum ini dapat memberikan pandangan yang baru bagi mahasiswa untuk sekaligus dapat membantu program Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.

Dalam Kuliah Umum yang dipaparkan oleh Dr. Thanon bahwasanya melalui Program Nawacita Presiden Jokowi ini beberapa cita-cita dari 9 agenda tersebut sudah mulai berjalan yang mana pemerintah sekarang fokus dalam beberapa program prioritas seperti pangan,energi, pariwisata, maritim dan yang terakhir adalah industri (Kawasan Industri & KEK) yang mana diharapkan meningkatnya investor-investor asing ke Indonesia.

Presiden Jokowi memiliki cara tersendiri dalam menggaet investor asing dengan melakukan diplomasi-diplomasi dimana dulu Indonesia hanya bisa menerima bantuan-bantuan dari negara lain kini Indonesia giat dalam memberikan bantuan-bantuan ke negara-negara yang membutuhkan seperti Fiji dan lain-lain. Indonesia juga mempunyai tujuan agar dapat dipilih kembali menjadi Dewan Keamanan Tidak Tetap PBB untuk mewujudkannya para Duta Besar diharapkan pro aktif dalam mencari dukungan negara-negara sahabat. Keputusan presiden yang mana mencabut semua peraturan menteri yang tidak pro-investasi dan tidak mendukung ekspor juga diharapkan dapat memudahkan para investor.

Tidak hanya berfokus pada bidang investasi pemerintah juga sedang gencar-gencarnya dalam mewujudkan  Indonesia sebagai poros maritim dunia. Dalam beberapa KTT Presiden Jokowi menekankan “sebagai negara maritim, Indonesia harus menegaskan dirinya sebagai Poros Maritim Dunia, sebagai kekuatan yang berada di antara dua samudera: Samudera Hindia dan Samudera Pasifik” (Presiden Jokowi, KTT Asia Timur di Nay Pyi Daw, Myanmar, Kamis 13 November 2014).

Karena letaknya yang sangat strategis, Indonesia diharapkan untuk dapat menjadikannya sebagai kesempatan dalam perwujudannya. Indonesia juga dipercaya dapat memberikan konstribusi positif bagi keamanan dan perdamaian kawasan dan dunia sesuai dengan kepentingan nasional

Beberapa Pertanyaan dilontarkan oleh mahasiswa yang hadir dalam acara Kuliah Umum tersebut, diantaranya isu mengenai hutang-hutang Indonesia, perdagan internasional yang melibatkan Indonesia, konstelasi politik luar negri Indonesia dan sebagainya. Kuliah Umum diakhiri dengan penyerahan plakat dari pihak UMRAH melalui prodi dan penyerahan cinderamata dari pihak Sekretaris Kabinet Republik Indonesia juga berupa plakat. Serta tidak lupa ditutup dengan sesi foto bersama dengan seluruh mahasiswa dan tamu undangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here